Kiat Nuroji: Dari Gelondangan Tembus Parlemen

Nuroji Pengusaha Sukses Asal Depok

KADUNG terlibat kendati awalnya tak berniat, akhirnya serius tekuni politik praktis. Berjuang keras lakoni beragam usaha sampai sempat gelondangan, kini mantap tapaki parlemen. Begitulah Nuroji.

Buat pecinta kesenian tradisional, terutama yang rindu alunan Gambang Kromong asli, silakan mampir ke Warung Betawi Ngumpul di bilangan Tugu, Tanah Baru, Kota Depok. Di sebuah sudut, berdiri deretan pondok lesehan di atas areal seluas 3.500 meter. Saban Sabtu, sambil nikmati hidangan pilihan, pengunjung disuguhi hiburan khas.

Nuroji, sang pemilik, bahkan tak segan unjuk kebolehan. Dengan gaya santai dan penuh senyum, ia menyanyi dengan iringan perangkat musik tradisional Gambang Kromong asli yang dimainkan timnya. Kian unik karena sang istri pun kerap ikut menemaninya dendangkan lagu-lagu Betawi, termasuk karya seniman serba bisa almarhum Benyamin Sueb.

Nuansa khas itu adalah bagian dari wujud kepedulian dan kecintaan Nuroji pada kesenian tradisonal Betawi. Sejak kecil hingga beranjak dewasa dan kini, pria bersahaja kelahiran Tanah Baru 53 tahun silam ini tak pernah jauh dari nuansa itu. Ia pun hafal nama dan tahun produksi perangkat musik Gambang Kromong di Warung Betawi Ngumpul.

Masa kecil Nuroji, memang, begitu kental dengan kesenian tradisional Betawi. Orangtuanya berprofesi pemain sandiwara khas Betawi. Saat remaja, ia pun ikuti jejak orangtua. Ia jadi pemain sandiwara khas Betawi dan beberapa kali mentas dengan honor ala kadarnya dari pemilik hajat. Tak heran jika ia getol berksenian hingga kini.

Tak herna pula jika kemitraan dengan Mandra dalam upaya melestarikan kesenian Betawi berakhir karena perbedaan prinsip, Nuroji tetap maju terus. Setelah kelompok Pangsi yang didirikan bareng Mandra bubar, ia justru lebih gencar melangkah. Ia bangun 14 sanggar seni tradisional di bawah bendera Warung Betawi Ngumpul miliknya.

“Kesenian tradisional Betawi adalah kekayaan budaya bangsa Indonesia. Sarat nilai sejarah dan indah. Selain karena memang Betawi tulen kelahiran Depok, sudah jadi komitmen saya buat menjaga dan terus mengembangkannya. Di Warung Betawi Ngumpul, saya ajak semua elemen buat lebih tahu, peduli, dan mencintainya,” ungkap Nuroji.

Boleh jadi, Nuroji termasuk putra Betawi langka di negeri ini. Bicara pendidikan, ia bergelar S1 lulusan perguruan tinggi kelas wahid: Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia dapatkan ijasah insinyur pada 1984. Meski begitu, dalam perjalanan hidupnya yang pasang-surut, ia tak pernah bekerja di bidang teknik sesuai ilmu yang digali di IPB.

Nuroji malah memulai kariernya di bidang media. Sederet media sempat ia singgahi. Mulai Majalah Tempo, Gatra, Gama, Harian Warta Kota, Jurnal Nasional hingga Majalah Tani yang dimodali Prabowo Subijanto. Tugas jurnalistik sampai sirkulasi, marketing, dan manajerial pernah ia lakoni. Jatuh-bangun, bahkan ditipu sejawat, ia rasakan.

Sama seperti ketika pisah dengan Mandra, Nuroji tak kenal kapok. Menepi dari lingkup media, ia beralih ke usaha lain yang sama sekali tak berkaitan. Berdagang sembako, layanan kebersihan bandara, buka konveksi khusus atribut parpol hingga jualan bakso di tepi jalan kawasan Tanah Baru pernah ia jabani. Ia lakukan semua dengan tekun.

“Sampai sekarang, sebagian khalayak Tanah Baru masih ingat bakso bikinan saya. Mulai dari nol sampai bisa punya beberapa gerobak, bakso Bang Oji lumayan dikenal saat itu. Stop jualan bakso gara-gara pegawai curang, hijrah ke usaha lain pun sama saja. Tak ada yang berlanjut karena saya terus ditelikung dari dalam,” tutur Nuroji.

Paling dramatis saat Nuroji buka usaha konveksi. Dapat order besar dari Golkar, ia gagal penuhi kewajiban lantaran uang muka dibawa kabur rekannya. Akibatnya, Nuroji nyaris kehilangan rumah karena dikejar utang yang jumlahnya saat itu tak sanggup ia atasi sendiri. Utang itu akhirnya diberesi dengan cara mencicil. Dana ia peroleh dari pekerjaannya mengelola penerbitan Majalah Tani milik Prabowo.

Dari situ pula Nuroji mulai bersentuhan dengan denyut politik praktis. Bersama Fadli Zon, ia bolak-balik bertemu Prabowo di rumahnya. Dari kepedulian dan aktivitas Prabowo di ranah pertanian, diskusi tentang perlunya kibarkan bendera parpol digaungkan. Dan, itu jadi cikal bakal berdirinya parpol Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Semangat Prabowo buat kembalikan kedaulatan dan kemandirian NKRI, antara lain lewat swasembada pangan dari hasil pertanian, jadi tonggak deklarasi Gerindra. Karena terlibat sejak awal diskusi hingga berdirinya Gerindra, Nuroji pun masuk jajaran pengurus inti. Bermula urusi administrasi keuangan, ia kemudian jadi kader andalan.

Dipercaya pimpin Gerindra Depok sesuai domisili dan tanah kelahiran, Nuroji terpacu bergerak lebih jauh. Ia bangun Nuroji Center. Markasnya di areal tempat Warung Betawi Ngumpul berdiri. Dari situ, kariernya melesat. Ia tembus Gedung Perlemen dan kini berstatus Wakil Ketua Komisi X DPR-RI. Itu selaras dengan minatnya di bidang seni budaya, pemuda, pendidikan, dan olahraga.

Tak bertipikal duduk manis di zona nyaman, Nuroji pun terus bergeliat. Pelestarian kesenian tradisional Betawi dikencangkan, kiprah sebagai wakil rakyat dipatenkan. Tengok aksinya pada Pilkada serentak 9 Desember 2015 di Kota Depok. Jadi ketua timses, ia dan rekan seperjuangan lambungkan Idris ‘IAS’Abdul Somad-Pradi Supriatna.

Begitulah Nuroji. Konsistensi, kepekaan, dan integritasnya sebagai pribadi patut diteladani. Berpendidikan tinggi, kesehariannya tetap bersahaja. Ia juga tak henti berkreasi buat orang banyak, bahkan sempat pula sampai gelondangan. Ia-lah representasi warga asli Betawi kelahiran Depok yang terbilang langka di negeri ini.

Nuroji & Data Diri
Nama: Nuroji
Kelahiran: Tanah Baru, Depok, 9 September 1962
Agama: Islam
Status: Berkeluarga
Alamat: Jalan Fatahilah II nomor 38 RT 004/RW 009, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok
Parpol: Gerindra
Gelar: S1 Institut Pertanian Bogor (1984)
Posisi saat ini: Wakil Ketua Komisi X DPR-RI
Aktivitas lain: Pelestari budaya Betawi, pemilik Nuroji Center, Warung Betawi Ngumpul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *