Ingin Ajukan KPR? Ketahui Dulu Beberapa Istilah Berikut Ini

KPR

Memiliki rumah idaman yang nyaman dan aman adalah idaman banyak orang, hal ini memang kerena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok yang mesti dimiliki oleh manusia. Dahulu, untuk bisa memiliki rumah idaman banyak orang yang harus menabung bertahun-tahun dulu, bukan cuma itu walau mereka sudah menabung, tetap saja uang yang dibutuhkan untuk membeli rumah tetap kurang. Tetapi, berbeda dengan sekarang, saat ini sangat mudah mendapatkan rumah yang diinginkan, dengan cara kredit. Banyak bank atau lembaga keuangan yang sekarang ini menawarkan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah, untuk mereka yang ingin memiliki rumah idaman, tetapi tidak memiliki dana yang cukup.

Sistem dalam KPR ini bank sebagai pemberi pinjaman akan memegang hak milik rumah tersebut, sampai si peminjam melunasinya. Umumnya, waktu pelunasan dari 5, 10, hingga 20 tahun lamanya, cicilannya pun bervariasi, tergantung kebutuhan. Bagi Anda yang ingin ajukan, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal tentang KPR.

Berikut ini 3 jenis KPR yang banyak dikenal di Indonesia, yaitu:

– KPR Non-Subsidi
Ini adalah jenis KPR yang diberikan kepada semua lapisan masyarakat, untuk jenis properti yang diajukan kepada bank haruslah rumah sederhana dan juga rumah susun sederhana . Sedangkan, untuk ketentuan KPR nya berbeda-beda di setiap bank, termasuk besar kredit yang bisa diajukan dan suku bunganya juga akan disesuaikan oleh ketentuan bank terkait. Tidak kena pajak (PPn) dan diberikan subsidi untuk suku bunganya.

– KPR Bersubsidi
Kredit Kepemilikan Rumah ini, dikhususkan untuk masyarakat kelas bawah yang ingin punya rumah atau merenovasi rumah mereka. Untuk jenis subsidi yang diberikan adanya keringanan kredit, subsidi dana untuk perbaikan maupun pembangunan rumah. Tetapi, untuk subsidi kreditnya ini diatur oleh pemerintah, mereka yang mengajukan kredit tidak semuanya akan dapat fasilitas subsidi. Ada batasan-batasa yang ditentukan untuk jenis KPR yang satu ini, yaitu seperti besar penghasilan si pemohon dan juga maksimum kredit yang akan diberikan.

– KPR Syariah
Berbeda dengan KPR lainnya, KPR Syariah ini gunakan prinsip Akad Murabahah atau jual-beli. Untuk properti yang bisa diajukan ialah ruko, rukan, apartemen, dan juga rumah.

Bila Anda ingin mengajukan KPR beberapa syarat dan dokumen Standar yang harus Anda persiapkan atau pastikan adalah beberapa hal ini, yaitu:

– Usia yang mengajukan KPR tidak boleh lebih dari 50 tahun
– Persiapkan KTP Anda
– Akta Nikah untuk yang sudah menikah atau juga cerai
– Kartu keluarga juga dibutuhkan
– Surat keterangan bahwa Anda WNI atau WNI keturunan
– Adanya dokumen kepemilikan Agunan atau SHM, PBB dan IMB

Demikian beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum mengajukan KPR, semoga bermanfaat untuk Anda.

Baca Juga : https://www.diarybisnis.com/arti-kredit-tanpa-anggunan-berserta-cara-mendapatkannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *